
Joko (bukan nama sebenarnya) ditemukan tergantung kaku di kamar
tidurnya. Sang Ibulah yang pertama sekali menemukannya karena curiga
sepanjang hari Joko tidak keluar dari kamarnya. Tidak ada tanda-tanda
keanehan dalam diri anaknya menurut Sang Ibu. Hanya memang sudah sejak
sebulan terakhir Joko sering kepergok lagi murung dan kadang menangis.
Sang Ibu tidak menyangka Joko sampai senekat itu mengakhiri hidupnya
hanya karena diputus oleh sang kekasih yang akan segera menikah dengan
calon pilihan orangtuanya.
Sementara, di tempat lain ada seorang pemuda lagi yang mengalami
penolakan dari gadis idamannya. Daripada membiarkan dirinya
dicabik-cabik oleh perasaannya, maka ia kemudian melakukan aksi sakit
hatinya dengan membuat sebuah situs dengan nama facemash.com alias si
wajah perkedel.
Demi mendapatkan foto teman-temannya,
khususnya yang cewek. Ia nekat menerobos sistem komputer kampusnya.
Lalu hasil perburuannya tersebut diunggah ke dalam situs barunya.
Kemudian ia memasang sistem yang membuat setiap pengunjung facemash.com
agar dapat memberi peringkat pada setiap cewek.
Akibat perbuatannya, pemuda ini dihukum oleh pihak kampus. Tapi
usahanya tidak sia-sia. Popularitas facemash.com langsung melonjak,
hanya dalam waktu tiga minggu pertama jumlah mahasiswa yang mendaftar
sudah mencapai 4.000 orang. Anda tentu sudah dapat menduga, inilah
cikal bakal dari Facebook.com yang kini anggotanya sudah mencapai 116,4
juta orang.
Siapakah pemuda itu? Dialah Zuckerberg yang waktu itu ada di
semester II di Harvard. Aksi membalas sakit hati pada gadis yang
menolaknya malah memjadikannya seorang triliuner termuda di dunia
dengan kekayaan US$1,5 miliar di usianya kini 24 tahun.
Dua kisah di atas memiliki persamaan yaitu pemuda yang sakit hati
karena cintanya ditolak. Perbedaan dari kedua kisah di atas adalah yang
satu membiarkan pikirannya dikuasai perasaan, sedangkan satunya lagi
segera melepaskan belenggu perasaan pada pikirannya.Seringkali
seseorang menjadi sakit dan menderita karena membiarkan perasaannya
menguasai pikirannya. Tidaklah mengherankan karena pada dasarnya
manusia adalah mahluk kinestetik. Salah satu cara agar sembuh dari
permasalahan adalah dengan membebaskan pikiran dari perasaan yang
membelenggunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar