Neutron KKN dalam Reaksi Fisi Bangsa Indonesia
Reaksi fisi Uranium dibawah ini menunjukkan suatu reaksi pembelahan inti dimana
U membelah menjadi inti
Ba dan inti Kripton
Kr. Reaksi dimulai dengan
U menyerap sebuah neutron lambat, menghasilkan suatu inti gabungan U-326. Inti gabungan tidak stabil ini meluruh dengan cepat menjadi
Ba,
Kr, dan 3 buah neutron.

Menurut saya, Reaksi Fisi Uranium-235 mirip seperti proses pertumbuhan KKN di Indonesia.
Jika sebuah neutron lambat yang diserap oleh Uranium-235 kita anggap sebagai bibit-bibit korupsi, kolusi, dan nepotisme yang diwariskan oleh pendahulu kita pada zaman penjajahan, dimana feodalisme dan kolonialisme merajalela. Sedangkan Uranium-235 dianggap sebagai Bangsa Indonesia yang baru berkembang dan berjalan menjauhi feodalisme, imperialisme, dan kolonialisme, dan belum memiliki perisai prinsip yang kuat sehingga sangat reaktif terhadap “neutron lambat” tadi. Tentu reaksi tadi menghasilkan Inti gabungan yang tidak stabil seperti Bangsa Kita yang tidak stabil sehingga cepat “meluruh” menjadi Ba-141 yang saya anggap sebagai kebodohan, Kr-92 sebagai kemiskinan, dan tentunya tiga buah neutron perlambang “cucu-cucu” dari KKN tadi.
Tiap pembelahan satu inti U-235 menghasilkan rata-rata 2,5 neutron dan tiap neutron yang dibebaskan dapat diserap oleh inti U-235 yang belum membelah untuk menghasilkan fisi U-235 lainnya. Dengan demikian menghasilkan Neutron yang lebih banyak, yang akan menghasilkan sederetan pembelahan inti sehingga semua inti U-235 yang tersedia habis membelah dengan cepat, maka ini adalah reaksi berantai tak terkendali ( uncontrolled chain reactions ). Terbayang oleh kita bagaimana dengan cepat dan tak terkendali-nya KKN menghabisi Bangsa Indonesia.
Maka membuat sebuah Reaktor Termal ( Thermal Reactor ) KKN adalah salah satu cara untuk mengamankan neutron-neutron KKN. Jika kita mencontoh reaktor atom pertama yang dibangun oleh Enrico Fermi ( 1942, Universitas Chicago, USA ) yaitu Rektor Termal Fisi yang memiliki 5 komponen dasar. Yang pertama adalah elemen bahan bakar guna memperkaya (menaikkan) isotop U-235, dengan kata lain memperkaya bangsa Indonesia dengan IMTAQ dan IPTEK sehingga menjadi lebih kuat fondasi bangsa kita. Yang kedua, Moderator neutron yang memperlambat kelajuan neutron, dengan kata lain menghambat laju KKN dengan membuat rambu-rambu dan pengawasan ketat bagi para “neutron KKN”. Yang ketiga ialah batang pengendali yang berguna untuk menyerap kelebihan neutron. Maka dibutuhkan sebuah lembaga seperti KPK yang bertugas menangkap dan menghukum para pelaku KKN dengan tegas dan tidak pandang bulu sesuai peraturan berlaku. Yang keempat adalah pendingin untuk suhu reaktor yang sangat tinggi. Pendingin disini berarti peredam segala dampak buruk yang disebabkan oleh KKN yang telah terjadi dengan membuka lapangan kerja bagi para pengangguran, memberikan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang bermutu tetapi terjangkau sesuai kemampuan tiap -tiap penduduk Indonesia. Dan yang kelima adalah perisai radiasi yang berguna untuk melindungi dinding reaktor dengan memantulkan neutron kembali ke perisai inti reaktor dan melindungi pekerja reaktor. Perisai radiasi itu tak lain adalah Doa, Doa seluruh bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar bangsa ini terhindar dari “kebocoran reaktor” dan terhindar dari neutron KKN selanjutnya yang sangat fatal akibatnya sebagai ekses dari pertumbuhan KKN terdahulu.
Jadi, sudah harus kita buat Reaktor Termal Fisi KKN ala generasi muda Indonesia agar bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan moral, kemiskinan, dan kebodohan. Belum ada kata terlambat bagi siapapun yang mau berubah dan bangkit. Sebab seperti bunyi hukum pertama Newton yang berbunyi, “Benda yang mula-mula diam akan tetap diam jika resultan gayanya nol; benda akan mengalami percepatan jika padanya bekerja suatu gaya resultan yang bukan nol”, maka bangsa Indonesia juga akan tetap dalam keterpurukan, kemiskinan, dan kebodohan bila kita sebagai generasi muda Indonesia tidak dapat memberikan “resultan gaya” yang bisa membangkitkan Indonesia. Resultan gaya yang bisa menghambat laju neutron-neutron KKN sampai neutron itu berhenti berkembang. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki rasa sadar bahwa KKN itu berbahaya seperti halnya senjata pemusnah massal. Kita mulai dari diri kita sendiri dengan mendisiplinkan diri, menjaga kebersihan hati dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan MAJU BERSAMA, BERANTAS KKN !!!
BANGKITLAH INDONESIA-KU!!!

CHRISTOFORUS DEBERLAND
MaBa Jurusan Teknik Mesin FTUI.
0806329905.
1 komentar:
gak tau mau ngomong apaan
Posting Komentar